Ersyaputry's Blog

27/03/2010

Perjanjian Alam Kubur

Filed under: cerita seram — ersyaputry @ 10:02 am

Nama Neneng cukup terkenal di kawasan Tambun, Jawa Barat. Tak hanya itu, wanita ini juga menjadi incaran para laki-laki yang berusaha untuk mempersunting dirinya. Pasalnya, Neneng mempunyai kecantikan dan keindahan tubuh yang sangat luar biasa. Bahkan di kampung Mabelan tempat Neneng tinggal, ia mendapat julukan sebagai primadona desa. Sebagai seorang sinden, Neneng sering kali mendapat panggilan untuk menghibur diacara hajatan. Bermula hanya di daerah tempat ia tinggal, nama Neneng mulai dikenal oleh banyak orang. Akhirnya hampir tiap malam ia harus berkeliling dari satu desa ke desa yang lain untuk memberikan hiburan. Kepiawaian Neneng dalam menari dan berjoget, memang patut diberi acungan jempol. Sehingga tak heran jika dalam penampilannya, banyak laki-laki yang nyawer (memberikan uang, red) sekadar untuk bisa berjoget dan menyentuh tubuh Neneng yang sangat menggoda. Makin sering Neneng menghibur, makin banyak laki-laki yang berusaha untuk mendapatkan cinta dari Neneng. Setelah sekian lama hidup melajang, akhirnya Neneng membuka pintu hatinya pada seorang pria yang sangat mencintainya. Sebut saja pria itu Nandar. Singkat cerita, Nandar berhasil mempersunting Neneng dan mereka membangun biduk rumah tangga yang sangat bahagia. Sayang kebahagiaan yang mereka rasakan tak pernah terasa lengkap. Karena setelah lima tahun menikah, mereka belum juga diberikan keturunan. Merasa tak bisa mendapat apa-apa dari Neneng, akhirnya Nandar mulai penebar pesona dengan wanita lain yang tak kalah cantik dengan istrinya. Alhasil, perselingkuhan yang dilakukan oleh sang suami terdengar juga ke telinga Neneng. Merasa kecewa, tak ada lagi kata sepakat dari mereka berdua, akhirnya pasangan ini memilih untuk menentukan jalan hidupnya sendiri-sendiri. Selanjutnya, Neneng menjalani hidup seorang diri. Meski termakan oleh usia, namun kecantikan dan keindahan tubuh Neneng seakan tak pernah luntur. Sehingga tak heran jika masih banyak para pria yang berusaha untuk mendapatkan dirinya. Ini juga yang membuat dalam waktu singkat, Neneng berhasil menemukan kembali seorang pria yang bisa menjadi pendamping hidupnya, sebut saja pria beruntung itu bernama Majid. Seorang pria yang berasal dari desa tetangga. Tak ingin membuang waktu terlalu banyak, mereka memutuskan untuk sesegera mungkin melangsungkan pernikahan. Saat hari paling bersejarah itu dilangsungkan, Neneng mendapat sebuah bingkisan dari sang mantan suami. Karena masih memiliki rasa cinta dengan suaminya, akhirnya bingkisan tersebut ia simpan dengan hati-hati. Ketika para tamu mulai pulang satu persatu, Neneng kembali teringat akan bingkisan yang diberikan oleh Nandar mantan suaminya. Ketika bingkisan itu dibuka, hanya terdapat sebuah tusuk konde yang sudah sangat usang. Ada sebuah kejadian yang cukup musykil saat kotak tusuk konde itu dibuka, karena dari kotak tersebut keluar kumpalan asap putih disertai bau kemenyan yang sangat menyengat hidung. Ternyata asap itu minimbulkan dampak yang sangat dirasakan oleh Neneng. Jika sebelumnya kedua belah matanya dapat melihat, saat itu hanya mata sebelah kanan yang dapat melihat. Bahkan asap itu tidak saja membuat matanya buta, tapi asap itu juga menyebabkan kondisi fisik Neneng kian hari makin melemah. Karena sering sakit-sakitan, akhirnya Neneng memutuskan untuk meninggalkan profesi sebagai seorang sinden. Berbagai upaya penyembuhan mulai dilakukan oleh pasangan suami-isteri ini, tetap saja haslinya tak pernah memuaskan. Namun dari sekian banyak paranormal yang didatangi dapat ditarik kesimpulan kalau Neneng terkena guna-guna yang dikirim oleh orang yang merasa sakit hati padanya. Konon orang yang tega melakukan hal ini pada Neneng adalah mantan suaminya sendiri. Mungkin Nandar masih mencintai Neneng, sehingga ia tidak rela jika mantan istrinya membina rumah tangga dengan orang lain. Sayang rumah tangga yang mereka bangun harus terlewat dengan cepat, karena takdir. Majid yang sangat mencintai dan manyayanginya harus pergi meninggalkan selama-lamanya, karena sakit yang tak kunjung sembuh. Rupanya kematian sang suami membuat penyakit Neneng juga semakin parah, hingga pada akhirnya Neneng menyusul jejak suami tercintanya. Masyarakat yang ketika itu mendengar Neneng meninggal, segera berdatangan untuk mengurus jenazahnya. Setelah proses memandikan sampai mensholatkan selesai, mayat pesinden ini siap untuk di masukkan keliang kubur. Ketika semua telah siap, tiba-tiba terjadi peristiwa yang sangat mengejutkan. Jenazah Nenang yang tadinya terbujur kaku, tiba-tiba begerak kencang untuk membuka tali poncong dan kain menyeliputi tubuhnya. Kejadian misterius tersebut, tentu membuat para pengiring jenazah gempar. Bahkan apa pula yang mengambil lankah seribu karena ketakukan. “Apa yang terjadi pada diri saya?” ucap Neneng penuh keheranan. Ketika sadar kalau Neneng benar-benar hidup, para pelayatpun kembali mengerubungi jenazah Nenang. “Kami kira kamu sudah mati Neng. Penduduk sini telah siap untuk memakamimu,” ucap salah seorang pelayat. “Hah…siapa yang mati? Saya masih hidup koq,” tegas Neneng meyakinkan. Kejadian aneh yang lain, dialami juga oleh pesinden ini. Jika sebelumnya mata sebelah kiri tak bisa dipergunakan untuk melihat, saat itu semua telah kembali normal. Begitu juga dengan keadaan fisiknya. Jika tadinya terlihat lemah, saat itu Neneng terlihat sehat dan segar. Kejadian aneh yang dialami oleh Neneng, tentu mengundang banyak pertanyaan bagi orang lain. Mereka ingin mengetahui kisah yang dialami oleh penari sinden ini. “Semua rasanya seperti mimpi. Saat itu, saya melihat ada sebuah cahaya yang terang menyinari tubuh saya. Tak berapa lama, sinar terang itupun memudar. Bersamaan dengan berlalunya sinar biru, muncul bayangan seorang laki-laki yang sangat besar. Seperti membisikkan, bayangan itu menjelasakan bahwa saya terkena guna-guna yang dikirim oleh Nandar. Bayangan yang misterius itu juga bersedia membantu untuk mengusir guna-guna itu dari tubuh saya dengan syarat, saya tak boleh menikah lagi untuk selama-lamanya,” kenangnya. Akhirnya sampai saat ini, keinginan sosok misterius itu dipenuhi oleh Neneng. Dan ia dapat kembali menekuni profesi sinden yang telah lama ditinggalkan.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: