Ersyaputry's Blog

21/03/2010

Kumpulan Mitos

Filed under: InForMasi Nichh.... ^_^ — ersyaputry @ 10:04 am

MITOS SEPUTAR KOLESEROL

Mitos: Orang kurus tidak perlu khawatir akan terkena kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi tidak hanya menimpa orang bertubuh gemuk. Orang kuruspun bisa terkena kolesterol tinggi. Banyak orang yang tidak gampang gemuk, walau mengonsumsi
banyak makanan. Hal tersebut membuat mereka tidak menyadari kandungan lemak
dalam makanan yang mereka konsumsi. Akibatnya, mereka memakan apapun tanpa
memerhatikan kandungan lemaknya.

Mitos : Kolesterol tinggi hanya menyerang lanjut usia.

Pola makan yang tidak seimbang, kurang berolahraga, dan merokok adalah gaya hidup kaum muda yang banyak ditemui saat ini. Hal tersebut memicu tingginya kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol tinggi juga mengancam anak-anak, utamanya mereka yang berasal dari keluarga dengan kolesterol tinggi. Karena itu, semua orang yang berusia di atas 20 tahun dianjurkan untuk mengecek kadar kolesterol secara rutin.

Mitos : Kolesterol hanya masalah kaum pria.

Sebelum menopause, wanita terlindungi dari LDL atau kolesterol jahat karena hormon estrogen pada wanita cenderung meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik. Tetapi, ketika memasuki masa menopause, kadar estrogen dalam tubuh mulai menurun dengan drastis dan menyebabkan kadar LDL meningkat, sementara HDL menurun.

Mitos : ‘Saya tidak merasa sakit, jadi saya baik-baik saja’.

Kolesterol tinggi dikenal juga dengan silent killer karena tidak memiliki gejala
tertentu dan hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium. Oleh karena
itu, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya sudah terkena kolesterol tinggi.

Mitos: Kolesterol tinggi adalah penyakit orang kaya.

Kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja, tidak peduli kaya atau miskin. Pada dasarnya, semua orang memiliki kolesterol dalam tubuhnya. Orang miskinpun dapat terkena kolesterol tinggi jika asupan makanannya tidak sehat, seperti mengkonsumsi banyak gorengan di mana minyak yang digunakan mengandung lemak jenuh tinggi.
MITOS SEPUTAR PEREMPUAN

Mitos : Perempuan cerewet

Menurut penelitian, perempuan punya kemampuan berbahasa lebih baik dibanding pria. Saat bicara, perempuan memakai kedua sisi otak kiri dan kanan sekaligus. Selain itu, otak pria memiliki kemampuan menyortir informasi, sedangkan perempuan cenderung mengaduk dan mengendapkannya dalam pikiran.

Mitos : Perempuan terlalu sensitif sehingga terkadang tidak rasional

Disadari atau tidak, perempuan berkomunikasi dengan perasaan lebih banyak ketimbang pria. Seorang neurolog , profesor Ruben Gur dari University of Pennsylvania menggunakan uji scan otak untuk memperlihatkan bahwa otak laki-laki ketika dalam keadaan istirahat, sedikitnya 70% aktivitas elektriknya ‘mati’. Sedangkan pada otak perempuan, 90% aktivitas elektriknya tetap menyala.

Mitos : Perempuan ingin selalu mengontrol dan menguasai laki-laki

Perempuan bukan ingin mengontrol, hanya ingin memastikan saja bahwa Si Dia baik-baik saja. Anda hanya ingin selalu jadi orang pertama yang hadir saat pasangan menghadapi masalah untuk memberikan kenyamanan dan ketentraman. Saat pasangan kesepian, Anda ingin memastikan bahwa dia tidak sendiri.

Mitos : Perempuan mandiri tidak butuh laki-laki

Menjadi superwoman bukan berarti Anda tak butuh pasangan dan alergi pada sayang-sayangan. Katakan padanya bahwa Anda tetap butuh dia untuk memberi dukungan, melindungi dan menguatkan perasaan saat terpuruk. Terkadang, Anda hanya butuh kalimat yang menenangkan dari pasangan untuk membuat perasaannya aman.
MITOS SEPUTAR OLAHRAGA

Mitos : Aerobik adalah olahraga yang terbaik.

Salah. Program latihan yang baik adalah yang seimbang, sehingga Anda perlu juga melatih keluwesan tubuh dan stretching.

Mitos : Anda harus melakukan olahraga berat agar program latihan Anda berhasil.

Salah. Anda tidak perlu memaksa diri agar mendapatkan manfaat berolahraga. Anda justru terancam overtrained jika terlalu bernafsu berolahraga. Latihan dengan intensitas sedang, misalnya jalan kaki 5 km per jam dengan menggunakan treadmill, sudah membuat tubuh Anda lebih bugar.

Mitos : Latihan aerobik dapat membantu mengurangi berat badan secara permanen dan
dapat mempercepat metabolisme.

Tidak seluruhnya benar. Metabolisme memang menjadi lebih cepat dan bertambah selagi berolahraga, tetapi hanya untuk waktu yang pendek. Tetapi bila Anda menambah beban ketika beraerobik, latihan itu akan membakar kalori pada otot yang berarti memberikan manfaat pada metabolisme untuk jangka waktu yang agak panjang.

Mitos : Anda dapat makan apa pun yang diinginkan asal cukup berolahraga.

Tidak betul. Bila tubuh Anda lebih banyak menerima kalori daripada apa yang sudah dibakar, berat badan akan bertambah. Aturan kebugaran yang baik termasuk keseimbangan yang peka antara cukup berolah raga dan pola makan yang benar.

Mitos : Dengan menambahkan beban di tangan dan pergelangan kaki pada saat melakukan
jogging, Anda dapat melakukan latihan penguatan otot dan aerobik pada saat
yang bersamaan.

Salah. Lakukan kedua latihan tadi pada saat yang berbeda. Paling tidak, lakukan aerobik terlebih dahulu baru kemudian jogging. Jangan digabung. Bila melakukannya pada saat yang bersamaan, dapat menekan jaringan-jaringan otot dan menimbulkan masalah pada otot serta persendian.
MITOS SEPUTAR WAJAH

Mitos : Men-scrub wajah secara keras untuk menghilangkan jerawat

Men-scrub wajah secara berlebihan justru membuat kondisi kulit jadi lebih parah. Menggosok dan men-scrub membuat kulit jadi merah dan menimbulkan rasa sakit. Bakteri penyebab jerawat berada terlalu dalam di bawah permukaan kulit sehingga tak bisa diangkat dengan pembersihan saja. Yang benar-benar dapat menghilangkan jerawat adalah diobati dengan salicylic acid dan benzoyl peroxide.

Mitos : Wajah cukup dibersihkan sekali sehari

Bersihkan wajah pada malam hari sebelum tidur. Bersihkan lagi di pagi hari. Kemungkinan anda harus membersihkan wajah 3 kali jika anda berolahraga atau mengeluarkan banyak keringat.
Cara terbaik membersihkan wajah adalah dengan menggunakan waslap = mitos.
Singkirkan waslap dan gunakan tangan anda. Kebanyakan orang menggosok terlalu keras saat membersihkan wajah dengan waslap. Pastikan anda mencuci tangan sebelum menggerakkannya ke wajah.

Mitos : Penyegar sesudah pembersihan mutlak perlu untuk meringkas pori

Tak ada yang bias mengecilkan pori secara permanent. Hampir semua produk yang dijual saat ini pH seimbang. Jika ingin menggunakan penyegar, pastikan pilih yang tidak mengandung alcohol.

Mitos : Saat membersihkan wajah, semakin panas air, semakin baik

Air yang terlalu panas dapat membuat kulit kering. Air yang terlalu dingin tak bisa mengangkat kotoran, minyak dan make up. Bersihkan dengan air suam-suam kuku.
MITOS SEPUTAR TIDUR

Mitos : Yang terbaik, delapan jam setiap hari.

Sebenarnya tak ada yang spesial dari angka delapan. Menurut psikolog dari New York University, Joyce Walsleben, Ph.D., penulis A Woman’s Guide to Sleep, setiap orang punya kebutuhan yang berbeda dan Anda akan menyadari cukup tidur ketika tak merasa mengantuk berat di siang hari.

Mitos : Jika bisa mendapatkannya, tidur lebih banyak biasanya lebih sehat.

Kenyataannya tidak demikian. Sejumlah riset mengungkap orang yang tidur lebih dari delapan jam semalam meninggal dalam usia lebih muda ketimbang mereka yang tidur selama enam hingga delapan jam. Yang jelas, orang yang kebanyakan tidur biasanya disebabkan beberapa gangguan kesehatan seperti sleep apnea, depresi, diabetes yang tak terkendali.

Mitos : Ada orang yang cukup tidur empat jam saja.

Tokoh legendaris yang dikenal biasa tidur singkat — seperti Bill Clinton, Madonna, dan Margaret Thatcher — ternyata tidak selalu dapat mengatasi masalah kurang tidur. Tidur yang terlalu sedikit jelas dapat memberi pengaruh negatif bagi kesehatan selain juga citra Anda. Kurang tidur membuat aktivitas Anda menjadi terganggum tidak efektif, menyebabkan sakit (memperlemah sistem imun), dan memicu obesitas.

Mitos : Bangun tengah malam menyebabkan Anda lemas seharian.

Kenyataannya bisa sebaliknya. Bangun di tengah malam bisa menjadi siklus alami seseorang. Tak sedikit binatang yang tidur dengan cara seperti ini dan banyak indikasi bahwa nenek moyang kita juga melakukannya.

Mitos : Anda butuh obat resep jika menderita insomnia setiap malam

Obat tidur didesain untuk gangguan tidur sementara atau jangka pendek, yang disebabkan stress seperti dipecat dari pekerjaan atau melakukan penerbangan transatlantik. Pasien yang mengalami gangguan tidur jangka panjang biasanya ditangani melalui cognitive behavioral therapy.

Mitos : Anda bisa membayar tidur pada akhir pekan.

Membayar kekurangan tidur pada akhir pekan karena sering begadang — apa yang disebut ahli tidur dari Harvard Robert Stickgold, Ph.D., sebagai “sleep bulimia” — dapat mengejutkan ritme biologis Anda dan membuat lebih sulit untuk mencapai tidur yang menyegarkan. Tidur hingga siang bolong pada hari Minggu bisanya dapat mencegah Anda kembali tertidur pada jam 10 malam hari tersebut.
MITOS SEPUTAR SEKS

Mitos : Jangan Ngeseks Sebelum Bertanding.

Peringatan ini sudah menjadi aturan wajib bagi setiap pelatih kepada anak asuhannya. Setiap pelatih di banyak cabang olahraga pasti akan melarang para pemainnya untuk berhubungan seks di malam sebelum pertandingan besar. Namun begitu, banyak riset menunjukkan bahwa seks sebelum pertandingan sama sekali tak mempengaruhi penampilan atlet. Riset ahli dari College of St. Scholastica di Duluth, Minnesotta, Amerika Serikat misalnya mengungkapkan bahwa pria menunjukkan kemampuan yang baik dalam tes ketahanan saat treadmill di pagi hari usai berhubungan seks malam harinya.

Mitos : Pria Mencapai Puncak Seksual Pada Usia 18, Sedangkan Wanita Pada Usia 30”an.

Menyikapi mitos ini, apa yang harus dipegang teguh pikiran Anda adalah bahwa
pemahaman soal puncak ini adalah menyesatkan. Puncak dari segi hormonal tidak
serta merta mempengaruhi puncak dari kemampuan seksual. Lebih jauh lagi,
kualitas fisik dan seksual bukan suatu hal yang sama. Ketika hormon testosteron
mencapai puncaknya pada usia 18, seorang pria cenderung belum mengalami seks
terbaik dalam hidupnya sebagai remaja. Kesimpulan yang dapat diambil dari fakta
ini adalah jangan biarkan pikiran penuh prasangka mendikte Anda.

Mitos : Alkohol Perbaiki Kemampuan Seksual.

Alkohol sejak lama dipertimbangkan sebagai aphrodisiac. Dahulu, manusia kerap dibayang-bayangi oleh kemampuan dan kekuatan alkohol, yang diduga mampu memperbaiki dan meningkatkan kenikmatan seksual.Alkohol justru akan membuat mandul fungsi-fungsi otak yang lebih tinggi, yang biasanya mengontrol atau menghambat impuls seksual. Lebih jauh lagi , meskipun minuman keras dapat meningkatkan gairah seks, namun juga dapat menurunkan kemampuan Anda atau secara negatif mempengaruhi respon seksual Anda.

Mitos : Cinta Dibutuhkan Untuk Menikmati Seks

Satu lagi mitos yang agak menyesatkan. Yang benar adalah cinta¨ tidak berkaitan dengan kepuasan seksual. Tentu saja, saat seseorang jatuh cinta dan memiliki perasaan kuat pada pasangannya, pengalaman seksualnya menjadi lebih baik. Namun hal ini tak bisa diterjemahkan dalam orgasme yang luar biasa.Banyak pasangan yang bingung bahwa seks yang mereka nikmati tidak seindah seperti kehidupan cinta mereka Setiap pasangan harus menyadari bahwa belajar untuk ¨menikmati¨ satu sama lain akan
menjadi mahir seperti halnya memainkan alat musik. Anda butuh latihan kerja
keras, kesabaran, sebelum musik yang hasilkan sempurna dan manis.

Mitos : Single Lebih Sering Ngeseks Ketimbang Yang Berpasangan.

Meskipun kita cenderung berpikir bahwa orang yang belum menikah lebih sering melakukan seks, namun mereka yang telah menikah atau hidup bersama-lah yang justru menjadi pemenang untuk soal yang satu ini. Ini bisa terjadi karena dua hal yakni : modal dan kemudahan. Kedua, Anda akan mencapai jumlah seks yang optimal bila Anda hidup dengan pasangan yang dicintai. Anda juga akan memiliki kehidupan seks yang nikmat ketimbang saat masih single. Menurut penelitian, kualitas seks yang lebih tinggi akan dicapai seseorang bila telah memiliki pasangan dalam ikatan pernikahan. Hal ini terjadi karena model relasi seperti ini biasannya menawarkan komponen-komponen kunci dari eksplorasi seksual dan kesenangan yakni kepercayan dan keterikatan.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: