Ersyaputry's Blog

06/02/2010

Apa yang harus dilakukan terhadap anak yang terbelakang mental???

Filed under: Tes IQ Dan Panduan Untuk IQ yang SmaRT — ersyaputry @ 4:41 am

. bagaiman sikap orang tua terhadap anak yang terbelakang mental? Jika ternyata ada anak yang memperoleh nilai IQ yang rendah, janganlah menyalahkan mereka karena malas atau kurang perhatian terhadap pelajarannya.

IQ yang rendah tidak menunjukan bahwa seorang anak tidak berusaha keras dalam belajar. IQ rendah menyatakan ketidak beruntungan untuk mencapai nilai yang tinggi di bidang akademik sehingga tidak bijaksana apabila orang tua menyalahkan mereka.

Perlu diketahui bahwa IQ bukanlah satu – satunya ukuran keberhasilan seorang anak, seperti keberanian, kejujuran, kepercayaan diri, kestabilan emosi, keikhlasan dan keteguhan hati, rasa cinta, dan kebaikan.

Definisi mental, cacat mental, keterbelakangan mental, halangan mental, atau otak lemah merupakan beberapa istilah untuk menerangkan kondisi mental seseorang. Jika hasil tes terbukti bahwa anak anda termasuk golongan ini, hal yang pertama adalah mencari bimbingan dan seorang ahli dokter. Diskusikan dengan dokter tentang cara terbaik dalam menangani anak tersebut.

Beberapa ahali percaya bahwa keadaan ini hanyalah akibat dari adanya beberapa gangguan atau kerusakan dalam pengaturan otak, kerusakan yang terjadi terhadap otak, atau pembawaan sejak lahir. Pandangan lain menyebutkan bahwa keadaan itu biasanya berhubungan dengan berbagai ragam tingkat intelegensi manusia sehingga dapat pula dianggap sebagai hal normal saja.

20 ciri – ciri anak berbakat

Filed under: Tes IQ Dan Panduan Untuk IQ yang SmaRT — ersyaputry @ 4:18 am

Setidaknya, ada 20 ciri – ciri anak berbakat dan hal ini dapat disunakan para orang tua untuk memperhatikan bakat atau kemampuan anaknya, yaitu:

1. Mempunyai daya yang luar biasa dalam penalaran, daya khayal, menarik kesimpulan, memahami makna, dan melihat hubungan yang satu dan yang lainnya
2. mempunyai rasa ingin tahu yang besar
3. mudah dan cepat dalam belajar
4. mempunyai ruang lingkup yang luas
5. memiliki perhatian yang besar terhadap berbagai bidang dan dapat memecahkan suatu persoalan
6. lebih unggul dari pada teman – teman sebayanya
7. mempunyai kemampuan untuk bekerja secara mandiri dengan efektif sehingga tidak bergantung kepada orang lain
8. mengerti lebih awal mengenai sesuatu dibandingkan anak – anaknya, misalnya dapat membaca pada usia prasekolah
9. mempunyai kemampuan yang sangat tajam dalam hal pengamatan ( observasi )
10. menunjukan inisiatif dan keaslian dalam pekerjaan intelektualnya
11. menunjukan kesiapsiagaan dan mempunyai respons terhadap hal – hal baru
12. sanggup mengingat dengan cepat
13. mempunyai minat dan perhatian besar terhadap permasalahan manusia dan alam semesta, seperti asal – usulnya, perkembangannya, dan sebagainya
14. memiliki daya khayal ( imajinasi ) yang tinggi
15. dapat mengikuti pengarahan suatu masalah yang kompleks dengn mudah
16. dapat membaca dengan cepat
17. mempunyai beberapa hobi dan kegemaran
18. mempunyai minat baca berkenaan dengan hal – hal yang luas ruang lingkupnya
19. sering menggunakan sarana perpustakaan
20. lebih unggul dalam ilmu pasti, terutama dalam menyelesaikan soal – soal

Apa yang harus dilakukan terhadap anak yang cerdas dan berbakat????

Filed under: Tes IQ Dan Panduan Untuk IQ yang SmaRT — ersyaputry @ 1:12 am

Pada umumnya, orang tua yang menguji anak -anaknya akan mendapati bahwa IQ anak – anak mereka berada pada tingkatan rata – rata. Namun, bukan berarti bahwa semua anak akan berada pada tingkatan tersebut.

beberapa orang tua bahkan menemukan hasil yang menunjukan bahwa anaknya ternyata memiliki IQ yang sangat tinggi atau anaknya berbakat. hal ini merupakan suatu kebanggaan bagi orang tua di satu pihak dan dipihak lain menurut tanggung jawab yang besar dari orang tuanya.

barangkali ada orang tua yang bertanya tentang pemakaian istilah ” anak berbakat” ( gifted children ). Kata ini diambil dengan menyisikan kata pintar atau mampu karna yang dimaksudkan untuk suatu pengertian yang lebih lebih luas sekaligus anak – anak. jadi, termasuk anak – anak dengan potensi lain bukan hanya berhubungan dengan intelegensi.

Arti ” berbakat ” tidaklah termasuk semua bakat atau kemampuan luar biasa. bakat dalam kemampuan atletik, tidaklah termasuk dalam istilah ini. bebrapa badan yang menangani masalah definisi anak yang luar biasa ini masih memunculkan perbedaan antara satu dan yang lainnya. istilah tepat untuk anak yang berbakat ini harus diperjelas agar tidak membingungkan.

pada dasarnya, bakat anak yang dikaruniakan kepada seseorang anak menjadi tiga :
1. bakat yang berhubungan dengan keterampilan yang bekerja bersama – sama sebagai suatu kesatuan, misalnya dalam cabang olah raga atau kepandaian teknik.
2. bakat yang berhubungan dengan dorongan untuk berkreasi, melukis, menggambar, menciptakan musik dan lain – lain.
3. bakat yang berhubungan dengan fungsi intelektual, seperti kemapuan berfikir, menalar, melihat satu hubungan dengan hubungan yang lain, menarik kesimpulan, dan menggolongkan informasi yang benar.

suatu percobaan membuktikan bahwa ada beberapa hubungan antara macam – macam kemampuan tersebut, tetapi hubnungan ini sangat sukar ditentukan karena kemampuan syaraf dan kemampuan seni mempunyai metode khusus untuk mengukurnya. Selain itu, perkembangan syaraf motoris terjadi sangat awal dalam kehidupan.

Ada kecenderungan untuk menerima kriteria yang dibuat oleh Terman dari hasil penyelidikan tentantang anak – anak berbakat di california. Metode ini menyebutkan bahwa jenius atau berbakat berada pada tingkatan IQ 140 poin. Dengan kata lain, kurang lebih ada 4 anak dalam setiap 1.000 anak termasuk kelompok ini.

05/02/2010

Apakah IQ Anak mengalami perubahan selama masa pertumbuhannya???

Filed under: Tes IQ Dan Panduan Untuk IQ yang SmaRT — ersyaputry @ 2:29 pm

Hipotesis dasar dari tes intelegensi adalah bahwa IQ akan tetap relatif sama selama masa pertumbuhan anak. walaupun hal ini benar secara umum, ada juga beberapa pengecualian.

korelasi atau hubungan antara IQ pada usia 2 tahun dengan 18 tahun adalah kurang dari 0,4 sedangkan korelasi antara anak 8 tahun dengan 18 tahun adalah lebih dari 0,8. setelah berusia 10 tahun, tercapailah batas uji tes itu sendiri yang berada sekita 0,9.

koefisien korelasi ini meliputi perubahan – perubahan yang mungkin sebanyak 30 poin atau lebih selama masa sekolah. perubahan besar seperti itu cukup luar biasa. pada kenyataannya, anak yang mengalami perubahan sebesar ini hanyalah sedikit, yaitu kurang dari 10%. namun, perubahan – perubahan dari 1 sampai 10 poin adalag hal biasa, dan sekitar 70% anak yang di tes akan berada pada jarak ini.

Anak – anak yang berasal dari lingkungan pendidikan yang lebih maju cenderung akan memperlihatkan penyimpangan ( bias ) terhadap peningkatan nilai IQ. Demikianlah pula anak yang agresif dari golongan menengah anak lelaki lebih cenderung memperoleh kenaikan yang lebih sering dibandingkan dengan anak perempuan.

Apakah kondisi Kesehatan Seorang anak Berpengaruh terhadap hasil tes????

Filed under: Tes IQ Dan Panduan Untuk IQ yang SmaRT — ersyaputry @ 2:13 pm

Dari berbagai penelitian yang dilakukan untuk menyelidiki hal ini terbukti bahwa gangguan ringan, seperti sakit kepala, batuk, masuk angin hanya mengakibatkan pengeruh sedikit terhadap nilai tes, walaupun tentunya anak tidak akan memperoleh nilai maksimal.

Oleh karena itu, orang tua harus memilih waktu yang tepat bagi anak, yaitu saat dya sedang dalam kondisi sehat. orang tua dapat mengetahui yang tepat bagi anak dibandingkan dengan guru gurunya di sekolah atau psikolog, terutama apabila para guru dan psikolog harus menguji dalam jumlah anak yang banyak dengan waktu yang cukup singkat.

Hal – Hal yang mempengaruhi IQ anak

Filed under: Tes IQ Dan Panduan Untuk IQ yang SmaRT — ersyaputry @ 1:09 pm

1. Pengaruh Latihan
Apakah anak anak dapat dilatih untuk melakukan tes intelegensi agar memperoleh nilai yang lebih baik??? Jawabannya adalah ” YA” tetapi hanya untuk kenaikan yang sangat terbatas. Itupun jika tes disusun dengan lebih baik.

Berdasarkan hasil penyelidikan Profesor vernon, disimpulkan bahwa latihan latihan tes intelegensi hanya akan memperbaiki nilai IQ secara bertahap, yaitu sekitar 6 sampai 7 poin saja. Setelah itu, tidak ada peningkatan lagi.

Prinsip umum yang mendasari tes Intelegensi adalah bahwa setiap anak harus menghadapi atau mengerjakan materi yang asing untuk pertama kalinya. mereka haruslah diberi petunjuk yang betul betul sama sehingga memulainya dari tingkat yang sama pula. setiap kali diberi tes anak harus berusaha sekuat tenaga agar memperoleh kondisi nilai standar dari tes tersebut semaksimal mungkin

MenTal Age dan ChRonologiCal Age

Filed under: Tes IQ Dan Panduan Untuk IQ yang SmaRT — ersyaputry @ 10:59 am

Ketika pertama kali Alfred Binet, seorang psikolog Perancis, membuat kerangka tes IQ untuk anak – anaka sekolah yang berusia muda, dia telah mengamati bahwa pada saat anak – anak tersebut tumbuh besar, kekuatan mereka dalam menyelesaikan persoalan cenderung bertambah.

Oleh karena itu, dia memperkenalkan Mental age ( Usia Tingkat Kecerdasan ). seorang anak dengan mental age 10, misalnya akan dapat menyelesaikan persoalan seperti pada anak – anak yang rata – rata berusia 10 tahun di dalam suatu tes biner, walaupun umur anak itu choronological age ( umur kronologis ) sebenarnya di bawah 10 tahun.

Nilai IQ dihitung sebagai perbandingan antara mental age dan choronological age ( dikalikan 100 untuk menghilangkan titik desimalnya). Sebagai contoh, anak berusia 10 tahun dengan mental age 13 berarti dya memiliki IQ 130,sedangkan anak berusia 10 tahun dengan mental age – Nya7, memiliki IQ 70.

Metode penghitung IQ seperti ini akan menghasilkan suatu gambaran yang sangat tinggi ata sangat rendah, khusunya bila penyebutnya ( usia dan tahun ) sangat kecil. Bayi berusia 1 tahun yang melakukan tindakan seperti yang biasa dilakukan oleh bayi berusia 2 Tahun akan mempunyai IQ sebesar 200.

Gambaran seperti ini mungkin akan selalu diingat oleh orang tuanya dan anak itu sendiri setelah ia dewasa, dan hal ini mempunyai arti yang sangat besar bagi dirinya dengan demikian, agar gambaran ini nyata perlu digunakan metode perbandingan dalam perhitungan IQ saat dia benar – benar dewasa, ketika tingkat usia kecerdasannya ( mental age ) berada dalam keadaan yang stabil dan pada akhirnya menurun, sedangkan umur kronologisnya bertambah.

Tes IQ yang modern menggunakan metode statistik untuk menhitung IQ seseorang. Metode ini didasarkan pada besarnya deviasi seseorang terhadap nilai rata – ratanya. Sebagai contoh nilai IQ 140 hanya akan dimiliki oleh satu diantara 200 orang. Ini dapat terlihat pada gambar di Bab 2, yaiut angka di dalam segmen dibawah kurva menunjukan persentase populasi yang termasuk dalam ” range IQ ”

Tes IQ biasanya dilakukan untuk memperkirakan abilite secara menyeluruh, yaitu dengan mengambil suatu sampel pada keadaan yang berbeda – beda dalam hal kecakapan, pengamatan ( cognitif skill), antara lain : pengamatan kata – kata, bilangan, ruang, penglihatan, dll.

Hubungan antara intelegensia dan pekerjaan/ kedudukan yang diperoleh dapat dibentuk karena besar – kecilnya kesempatan yang di peroleh, yaitu intelegensia orang tua dapat mempengaruhi anak – anaknya. dengan kata lain, banyak orang percaya bahwa intelegensia merupakan refleksi dari kondisi sosial.fariabel ini akan saling mempengaruhi,tetapi seperti yang akan kita lihat nanti, intelegensia kita “menyebabkan” kondisi sosial kita akan lebih kuat mempengaruh dari pada kelas sosial orang tua kita “menyebabkan” itelegensia kita.

The Silver is the New Black Theme. Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.